Gerakan Jawa Hijau (GAJAH)

Selenggarakan Aksi Penghijauan Tim FKMPI Polines ajak mahasiswa Jateng-DIY khususnya kota Semarang dalam kegiatan Gerakan Jawa Hijau (GAJAH), bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebar 4000 bibit mangrove di Banjir Kanal Barat kota Semarang.

bzzz

(Penanaman mangrove saat kegiatan GAJAH berlangsung)

 

  • Ø Oleh : Anisa Ayu Rahmawati (Divisi KomInfo Tim FKMPI Polines)

SEMARANG, Minggu 9 April 2017 – Terlihat suasana berbeda di kawasan Banjir Kanal Barat, Semarang pada Minggu (09 /04) pagi lalu. Kawasan yang biasanya sepi pada hari itu terlihat  ramai oleh mahasiswa – mahasiswa dari Semarang dan sekitarnya . Tim FKMPI (Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia) Politeknik Negeri Semarang  melaksanakan program kerjanya yaitu Gerakan Jawa Hijau yang disingkat GAJAH.

GAJAH merupakan salah satu program bersama FKMPI yang tergabung dalam FKMPI koordinator wilayah Jawa dalam rangka melakukan penghijauan di wilayah Jawa. Dalam Kesempatan ini, FKMPI daerah Jateng-DIY melaksanakan program GAJAH  ini di daerah kota Semarang, yang mana pada dalam hal ini Tim FKMPI Polines sebagai penyelenggara. Hal ini selaras dengan program kerja Tim FKMPI Polines yang mengacu pada program kerja FKMPI Daerah Jateng-DIY maupun FKMPI Nasional.

Lokasi terpilih untuk pelaksanaan program GAJAH ini yaitu di kawasan Banjir Kanal Barat  kota Semarang, GAJAH dilaksanakan  pada hari Minggu lalu tanggal 9 April 2017 dengan objek tanam yaitu 4000 bibit mangrove. Diikuti oleh kurang lebih 70 peserta dari berbagai universitas dan politeknik di kota Semarang, organisasi daerah (ORDA),  delegasi dari ormawa yang ada di Politeknik Negeri Semarang, anggota yang tergabung dalam FKMPI Jateng-DIY serta mahasiswa umum lain. Dalam kegiatan GAJAH ini juga dihadiri langsung oleh kelompok mangrove lestari, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Koordinator Daerah (Korda) FKMPI daerah Jateng-DIY yaitu Ahmad Mamba Udin .Kegiatan ini diketuai oleh Afif Anugrah Andika yang merupakan anggota dari Tim FKMPI Polines itu sendiri.

Setelah melakukan survey dari panitia, terpilihnya kawasan Banjir Kanal Barat kota Semarang sebagai tempat Gerakan Jawa Hijau pada tahun ini merupakan usulan dari Bapak Sururi selaku Ketua kelompok tani mangrove lestari. Beliau memiliki misi bahwa dengan menanam mangrove pada kawasan tersebut selain mengurangi adanya abrasi juga untuk mengurangi pemanasan global. “Mangrove yang ditanam disini itu untuk mengurangi abrasi ya pak?” kata ghinanjar selaku Menteri Koordinasi (Menko) eksternal BEM KBM Polines saat berbincang dengan bapak Sururi. “Iya itu juga mas, tapi sebenarnya mangrove disini nantinya untuk mengurangi hawa dan suhu panas di kota semarang itu sendiri.” Jawab bapak Sururi.Ternyata mangrove – mangrove yang nantinya ditanam di kawasan tersebut selain menjaga tanah untuk mengurangi abrasi akibat air sungai di banjir kanal barat kota Semarang juga sebagai pengurangan atau reduksi suhu panas di wilayah kota Semarang.

Bibit mangrove sebanyak 4000 bibit di dapatkan secara gratis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan kota Semarang. Bukan hanya bibit mangrove tetapi juga dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan kota Semarang demi suksesnya acara GAJAH ini terbukti dengan turut sertanya Ibu Yunia selaku perwakilan dari Dinas untuk turun langsung kelapangan membantu acara penanaman mangrove kemarin.

Keseruan dan keceriaan menghiasi jalannya kegiatan GAJAH, dari mulai persiapan dan panduan cara menanam mangrove dari bapak Sururi hingga selesainya acara peserta terlihat sangat antusias. Bahkan canda – canda dilontarkan antar peserta saat mulai menanam mangrove. Walaupun mereka terlihat kesulitan melangkah di dalam lumpur, itu tidak menjadikan mereka lelah atau bosan justru mereka terlihat sangat senang dan menikmati proses penanaman mangrove yang mungkin sebagian besar dari mereka belum pernah mengikuti kegiatan semacam ini.

”Alhamdulillah saya excited sekali, terus terang ini pengalaman pertama saya turun ke lumpur menanam mangrove. Semoga dengan melakukan kegiatan ini lingkungan dan alam di kota semarang tetap lestari, juga  ikatan silaturahim tetap terjalin antara Polines dengan universitas maupun politeknik lain.” Kata Joko salah satu peserta dari Poltekkes Kemenkes Semarang.

Kegiatan penghijauan GAJAH dengan cara menaman mangrove di kota semarang ini ternyata mempunyai manfaat tersendiri khususnya bagi kota Semarang. Dukungan dari Kelompok Mangrove Lestari dan  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga antusiasme para peserta dariberbagai universitas dan politeknik yang tergabung dalam anggota FKMPI Jateng-DIY itu sendiri juga cukup luar biasa. Ditambah dengan perwakilan para ormawa dan organisasi daerah dari Polines yang turut meramaikan kegiatan GAJAH ini. Bukan hanya peserta saja bahkan Koordinator Daerah FKMPI Jateng-DIY pun juga merasakan keasikan dan keseruan menanam mangrove bersama peserta lainnya.

sda

(Koordinator Daerah FKMPI Jateng-DIY, Ahmad Mamba Udin turut serta dalam kegiatan GAJAH)

 

Kesan dan pesan disampaikan dari Koordinator Daerah (Korda) FKMPI Jateng-DIY yang turut bergabung dalam kegiatan GAJAH. Dalam pernyataannya ia menyampaikan bahwa kegiatan GAJAH ini berjalan lancar dan sangat mendatangkan manfaat bagi lingkungan kota Semarang.

”Alhamdulillah acara GAJAH pada hari ini lancar. Melihat rekan – rekan yang mengikuti kegiatan ini bisa dilihat sendiri bahwasanya mereka mengikuti kegiatan ini didasari atas dasar keceriaan. Tawa canda bermunculan ketika penanaman mangrove sedang dilakukan. Hal ini sangat menjadi penting ketika suatu kegiatan dilaksanakan dengan keceriaan bersama akan menimbulkan keikhlasan hati dalam melakukannya, dan rasa kebersamaan ini akan sealu terjalin dengan baik. Semoga kegiatan GAJAH kali ini menebar kebermanfaatan untuk masa yang akan datang dan tentunya kedepannya kegiatan GAJAH ini bisa dilaksanakan terus menerus yang mana ini  mencerminkan bahwa FKMPI terlibat dan turut andil dalam merawat bumi kita tercinta.” Kata Ahmad Mamba Udin selaku Koordinator Daerah FKMPI Jateng-DIY. Dua kata lagi yang disampaikan oleh Korda FKMPI Jateng-DIY untuk kegiatan GAJAH ini yaitu “Luar Biasa”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *