FKMPIBERSAMARAKYAT PERJUANGAN BELUM SELESAI

Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Indonesia merupakan surga dunia bagi para manusia di muka bumi. Sumber daya alam yang melimpah, menjadi ikon terindah yang dimilikinya. Dari sabang sampai merauke, kaya akan flora, fauna dan tanahnya yang subur. Termasuk di dalamnya, manusia yang penuh haknya dalam kebebasan berfikir dan berkehendak.

21 tahun Reformasi telah menunjukkan langkah arah Indonesia menuju perkembangan negara yang berteknologi. Mengarahkan Indonesia menuju kejayaan dalam kemajuan bangsa adalah hal strategis, jika melihat para aktor pemuda yang hari ini ditawarkan. Untuk kemajuan bangsa sekarang ialah hal yang utama adalah pada aspek sumber daya manusianya, itu kutipan yang disampaikan presiden RI ke-3 yaitu Prof. BJ. Habibie.

Problem Solver seperti sedang mengarah ke kaum produktif, saat ini. Sebab dalam keadaan sekarang, jika melihat konsep environment of system, Indonesia sedang mengalami krisis perbaikan sistem lingkungan. Karena demokrasi tidak lagi di bebaskan, melainkan seolah hanya ingin pada pengimplementasian sistem pemilihannya saja.  Solutif yang harus di tawarkan adalah harus mendengarkan apa yang di inginkan oleh rakyat, karena kita ketahui bersama bawasanya sesuai pasal 1 ayat 1,2,3 pada UUD 1945 berbunyi “bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Dimana kedaulatannya berada di tangan ditangan rakyat, serta semua aspek diatur oleh hukum kedaulatan berada di tangan rakyat”. Dan jika kita mengarah pada kebebasan berpendapat, maka sudah diatur juga pada UUD 1945 pasal 28E ayat 3 yang isinya, “Setiap orang berhak atas kebebaskan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

 

  1. Rakyat Memanggil

 

Konsep demokrasi menjadi awalan pendobrak panggilan jiwa kepada para inisiator koordinator aliansi rakyat memanggil. Tanpa kepentingan unsur apapun kecuali unsur kepentingan rakyatlah, seluruh elemen rakyat Indonesia sepakat untuk bersatu dalam satu padu perjuangan. Tugas mulia terdahululah yang menjadi awalan pemersatu rakyat pada hari tani kemarin, tepatnya pada 24 september 2019. Bentuk perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan demi penolakan UU dan RUU yang bukan pro rakyat. Indonesia sampai hari ini berduka, karena sampai hari ini pun para penguasa otoriter benar-benar tak mengerti akan pentingnya istilah demokratif. Sungguh, beban moral para kaum intelektual terpanggil. Dalam pemahaman kaum idealis dan pemuda yang masih memiliki keprodutifan tinggi telah bersatu padu dalam perebutan demokrasi. Seperti lagunya mahasiswa, yang berbunyi “gegap gepita dalam suatu suara, demi tugas suci yang mulia”. Maka dari itu pergerakan itu muncul di permukaan bumi ini, yang sebelumnya tertutupi oleh kecemasan populasi yang sedikit untuk hadir. Lalu, momentum itu hadir dari semua kalangan rakyat yang murni, yang menginginkan kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

 

  1. Ibu pertiwi terluka

 

Sekarang, perjuangan dan rasa sakit kita harus terobati secepatnya. Perlawanan terhadap pemerintah akan tetap tujuan hakikat dalam berdemokrasi. Jangan hiraukan kepentingan diri sendiri. Karena ibu pertiwi sedang menunggu untuk cepat terobati. Tidak boleh terlalu lama untuk kepedihannya. Segeralah bangkit kembali dalam pergerakan kemarin yang belum usai. Kita bersama, tetap akan selalu bersama. Kita satu, tetap dalam satu komando. Bergeralah demi kepentingan social welfare.3 korban meninggal, serasa, rusaklah rasa saling memiliki. Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan (Pramoedya Ananta Toer)

 

Pernyataan sikap FKMPI terkait polemik indonesia sampai detik ini :

  1. Menutut para penguasa agar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang.
  2. Mendesak MPR/DPR RI untuk segera mengoreksi RUU dan mengoreksi kembali UU yang masih bermasalah sekarang untuk ditinjau ulang kembali berdasarkan proses demokrasi yang berlaku.
  3. Menolak dan mendesak kepada pemerintah pusat agar menghukum seberat – beratnya kepada aparat kepolisian republik indonesia yang telah menghilangkan nyawa para massa aksi.
  4. Mengajak seluruh Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia untuk segera turun membuat aksi kreativ dan aksi solidaritas untuk para korban jiwa.

 

#FKMPIBersamaRakyat

#DemokrasidiKorupsi

#TuntaskanReformasi

 

Ttd,

Rizqi Khoiruddin

Politeknik Negeri Sriwijaya

Koordinator Bidang Kajian Strategis

FKMPI 2019/2020

 

 

download pdf di http://bit.ly/fkmpiBersamaRakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *