Kepada para mahasiswa, yang merindukan kejayaan Kepada rakyat yang kebingungan, dipersimpangan jalan
Pemuda & Mahasiswa
Pemuda merupakan tombak peradaban suatu bangsa, itu yang sering didengung-dengungkan. Karena pada hakikatnya usia muda seorang pemuda ialah usia yang penuh dengan cita-cita yang tinggi dan darah yang gemuruh serta idealisme yang luas. Yaitu usia yang memberi pengorbanan, usia yang menabur jasa, memberi kesan dan emosional (Fathi Yakan).
Baik buruknya suatu bangsa bisa dilihat dari baik buruk pemudanya. Bangsa yang besar bukan dilihat dari banyaknya gedung-gedung pencakar langit, tapi bangsa yang besar dilihat dari kualitas pemudanya.
Sudah sekian banyak untaian kata yang menggambarkan bagaimana sosok seorang pemuda, tentu kita sudah sadar bahwa sosok itu bukan ada pada diri siapa tapi ada pada diri kita sendiri, sekarang tinggal kita pilih menjadi “pemuda” dengan kaki-kaki nya yang lincah bergerak menuju perubahan atau hanya menjadi “petua” yang renta, yang diam ketika tertindas, tak ada pergerakan, tak ada perubahan.
Mahasiswa kait eratannya dengan kepemudaan. Karena dalam diri setiap mahasiswa terdapat jiwa-jiwa para pemuda, jiwa-jiwa para pembaharu, jiwa-jiwa pergerakan menuju perubahan. Bergerak dengan moral dan intelektualitasnya. Dan kini biarkan dunia melihat masa depannya digenggam oleh tangan-tangan para mahasiswa, tangan-tangan para pemuda.
“Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka dengan itu akan kugenggam dunia (Soekarno).”
FKMPI
FKMPI didirikan pada tanggal 12 September 1998 di Semarang. Dibentuk ditengah-tengah masa ketika era orde baru digoyang oleh sejumlah pergerakan yang hingga akhirnya kekuasaan tirani orde baru tumbang oleh pergerakan massa dari berbagai lapisan masyarakat yang dipelopori oleh kaum cerdik cendekia bernama mahasiswa pada masa itu. Pada awal masa berdirinya, FKMPI menjadi organisasi kemahasiswaan taktis yang mewadahi pergerakan mahasiswa politeknik seluruh Indonesia dan bertujuan sebagai penjalin komunikasi dalam berbagi informasi yang ada antar mahasiswa Politeknik se Indonesia.
Tahun 2000-2005 FKMPI mengalami kevakuman. Tidak ada pergerakan forum ini selama kurun waktu tersebut. Forum ini diaktifkan kembali pada periode 2005/2006 didorong oleh kesadaran penuh dalam menghadapi realitas persoalan bangsa, dengan bekal moral dan intelektual memberikan solusi-solusi aktif bagi kemajuan bangsa. FKMPI bertekad melakukan perbaikan-perbaikan bangsa dengan mengoptimalkan potensi keahlian praktis yang dimiliki oleh mahasiswa politeknik untuk diaplikasikan langsung dalam masyarakat. Pola pergerakan FKMPI yang ketika awal berdirinya merupakan pergerakkan taktis sejak 2005 diperluas ke arah sosial masyarakat yang berjalan secara berkelanjutan hingga saat ini melalui program-program kemasyarakatan dalam bentuk Desa Binaan dan Tanggap Sosial.
Pada Sarasehan Nasional 2007 di Jakarta, FKMPI meluncurkan program Mentoring Project untuk dilaksanakan di seluruh Politeknik se-Indonesia. Peluncuran program Mentoring project ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam pengembangan karakter dan kepribadian mahasiswa politeknik sehingga diperoleh kemampuan yang lengkap dan seimbang antara hard skill dan soft skill.
FKMPI bertekad untuk senantiasa memperjuangkan kemajuan bangsa melalui segenap potensi yang dimiliki oleh politeknik. Dan diharapkan dengan terbentuknya forum ini bisa menjadi wadah yang dapat mencetak solusi-solusi bagi perbaikan bangsa.